Skip to main content
Prompt caching menyimpan prefix token yang sering digunakan (seperti system prompt panjang, spesifikasi API tools, atau basis dokumen referensi) di memori gateway upstream. Permintaan berikutnya dengan prefix yang sama mendapatkan diskon biaya input token hingga 90% dan penurunan latensi waktu-ke-token-pertama (TTFT). Gateway Neosantara mendukung dua mekanisme caching: Automatic Prefix Caching pada model OpenAI/DeepSeek/Gemini, dan Explicit Ephemeral Caching pada model Anthropic Claude.

Contoh Implementasi

Katalog Model & Harga

Daftar harga input, output, dan diskon cache per 1 juta token dalam Rupiah.

Batas Rate & ITPM

Pengaruh estimasi token pre-flight terhadap limit Input Tokens Per Minute.

Perbandingan Mekanisme Caching

Struktur Biaya & Tagihan Rupiah

Neosantara menagih token secara presisi dalam mata uang Rupiah (NUMERIC(20,6)). Caching membedakan tarif input ke dalam tiga kategori:
  1. Uncached Input (Base Rate): Tarif token input standar ketika prompt pertama kali diproses.
  2. Cache Write (Creation): Biaya penulisan awal prefix ke cache saat pertama kali disimpan di memori upstream.
  3. Cache Read (Hit): Tarif diskon besar (antara 50% hingga 90% lebih murah dari tarif input dasar) setiap kali prefix yang sama terbaca kembali.

Simulasi Penghematan Biaya (1.000 Request)

Skenario: Aplikasi customer support memuat 3.000 token SOP perusahaan pada setiap request, ditambah 200 token pesan user baru.

Strategi Memaksimalkan Cache Hit Rate

Agar gateway dapat mendeteksi prefix yang cocok dan mengaplikasikan diskon cache, ikuti kaidah struktur prompt berikut:

1. Letakkan Konten Statis di Awal (Static Prefix First)

Cache bekerja dengan mencocokkan urutan token dari awal secara persis (exact prefix match). Perubahan satu karakter saja di awal prompt akan membatalkan seluruh cache setelahnya.
Jangan menyisipkan timestamp dinamis, ID sesi acak, atau tanggal real-time di baris pertama system prompt. Masukkan variabel yang sering berubah di bagian paling akhir pesan user.

2. Pertahankan Panjang di Atas Ambang Batas 1.024 Token

Provider upstream menetapkan batas minimum 1.024 token untuk membentuk cache block. Prefix di bawah batas ini tetap diproses sebagai token input biasa tanpa diskon.

3. Jaga Frekuensi Request di Bawah 5 Menit (Keep-Alive)

Masa aktif cache adalah 5 menit sejak pemanggilan terakhir. Setiap request yang mengenai cache (cache hit) akan memperpanjang umur cache untuk 5 menit berikutnya. Untuk pipeline batch, kirimkan antrean pekerjaan secara berurutan agar cache tetap hangat.

Dampak terhadap Limit ITPM & Reservasi Saldo

Sistem keamanan Neosantara memvalidasi batas kapasitas sebelum meneruskan panggilan ke model upstream:
  • Estimasi ITPM Pre-flight: Limit Input Tokens Per Minute dihitung secara pre-flight berdasarkan total token masukan. Jika kuota ITPM tier Anda mencukupi, panggilan diteruskan.
  • Siklus Reservasi Saldo (reserve -> settle -> refund): Gateway mencadangkan saldo Rupiah di awal request berdasarkan perkiraan tarif reguler. Setelah model mengembalikan jumlah token cache hit aktual (cache_read_input_tokens atau cached_tokens), tagihan diselesaikan dengan tarif diskon dan kelebihan dana otomatis dikembalikan ke saldo akun Anda.
Pantau rincian pengembalian dana reservasi secara transparan pada header respons X-Neosantara-Billed-IDR dan payload metadata transaksi di dashboard Neosantara.

Referensi Lanjutan