Skip to main content
Webhook memungkinkan aplikasi Anda menerima notifikasi instan saat tugas komputasi asinkron (seperti background responses, batch processing, atau pembuatan video) selesai atau berubah status tanpa perlu melakukan polling berkala.

Alur Kerja Webhook

  1. Daftarkan Endpoint: Masukkan URL server Anda dan pilih event yang ingin diterima melalui Dashboard Webhooks.
  2. Simpan Secret: Salin kunci signing secret (whsec_...) yang ditampilkan saat pendaftaran untuk memvalidasi keaslian signature payload.
  3. Verifikasi Signature: Validasi header webhook-signature pada server Anda menggunakan library Standard Webhooks sebelum memproses data.

Konfigurasi Webhook di Dashboard

Pendaftaran dan pengelolaan webhook dilakukan secara visual dan terpusat melalui Dashboard Webhooks:
  1. Masuk ke akun Anda dan buka menu Webhooks di dashboard.
  2. Klik tombol Tambah Webhook.
  3. Masukkan URL Endpoint publik server Anda (harus menggunakan URL https:// atau http:// yang dapat dijangkau publik).
  4. Pilih Event yang ingin Anda terima (misal: response.completed, batch.completed, video.completed).
  5. Klik Simpan dan salin Signing Secret (whsec_...) yang muncul. Simpan secret ini di environment variables server Anda.
  6. Gunakan tombol Kirim Tes untuk mengirimkan event simulasi webhook.test guna memverifikasi bahwa endpoint server Anda dapat menerima payload dengan sukses.
Kunci signing secret (whsec_...) hanya ditampilkan satu kali saat pembuatan webhook. Jika kunci hilang, hapus endpoint tersebut lalu daftarkan kembali untuk mendapatkan secret baru.

Daftar Event yang Didukung

Format Payload & Header

Setiap notifikasi dikirimkan menggunakan HTTP POST dengan body JSON berstandar Standard Webhooks:
Header verifikasi yang disertakan pada setiap pengiriman:

Contoh Verifikasi Signature

Gunakan library resmi standardwebhooks untuk memvalidasi keaslian signature payload sebelum memproses data:
Selalu validasi signature menggunakan raw body mentah sebelum di-parse menjadi objek JSON agar urutan byte tidak berubah.

Kebijakan Retry & Keamanan

  1. Konfirmasi Cepat (HTTP 2xx): Server Anda wajib mengembalikan respons HTTP 200 OK dalam beberapa detik. Proses komputasi berat sebaiknya dialihkan ke background worker internal.
  2. Otomatisasi Retry: Jika endpoint Anda mengembalikan status non-2xx atau timeout, gateway akan mencoba mengirim ulang event secara bertahap menggunakan mekanisme exponential backoff.
  3. Proteksi SSRF: Gateway menolak alamat loopback (localhost, 127.0.0.1), alamat IP privat (10.0.0.0/8, 192.168.0.0/16), serta link-local demi keamanan infrastruktur.

Langkah Berikutnya